Tekadkan Mendapatkan yang Terbaik Untuk Urusan Akhirat

Tekadkan mendapatkan yang terbaik untuk urusan akhirat. Jangan kendur. Jangan mau mendapatkan yang sekadarnya. Dapatkan yang terbaik. Untuk itu, lakukan yang terbaik. Berilmulah. Saat ini ditengah fitnah yang semakin banyak, berilmu sangat penting. Ilmu adalah pelita yang akan menerangi kegelapan. Banyak subhat yang harus mampu dihindari dengan menggunakan ilmu agar tidak mudah terpengaruh.

Kalimat Bathil

Ustadz Aris Munadar hafidzahullah mengingatkan bahwa kita hendaknya jangan katakan kalau sudah puas mendapatkan emperan surga. Jangan juga katakan kalau menjadi gelandangan surga sudah beruntung.

Inilah kalimat kelemahan jiwa. Dua kalimat ini adalah kalimat yang terlarang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan Muslim mengatakan kalau meminta surga, minta surga Firdaus. Inilah surga tertinggi. Jangan asal minta untuk urusan akhirat.

Cita-Cita Tinggi dan Tekad Kuat

Kita harus mempunyai cita-cita tertinggi untuk urusan akhirat. Tekadkan mendapatkan yang terbaik untuk urusan akhirat. Agar paham bagaimana mendapatkan yang terbaik untuk akhirat, jangan lemah. Jangan malas menuntut ilmu. Jangan absen dalam kajian. Hadiri dauroh walau jauh diluar kota. Kejar para guru yang mempunyai ilmu sunnah mumpuni. Tinggalkan urusan dunia. Akhirat itu kekal dan dunia itu fana.

Manfaatkan waktu untuk mengejar cita-cita tertinggi di akhirat. Ke masjid jangan telat. Bagi laki-laki, dapatkan shaf pertama. Ke kajian, jangan telat. Tempati deretan pertama sehingga bisa konsentrasi dan tidak terpengaruh orang lain yang mungkin tergoda berkomentar atau bercerita hal lain selain isi kajian.

Gunakan Harta Untuk Akhirat

Niatkan harta yang digunakan untuk akhirat. Jangan lewatkan apa pun tanpa bernilai pahala. Semoga Allah Ta’ala membimbing kita dan menjaga hati kita agar selalu istiqomah hingga kita mati.

Kalau ada yang menghina karena ia tahu keadaan kita sebelum ‘hijrah’ ke arah sunnah yang benar, jangan dengarkan. Diamkan saja. Senyum saja. Beristighfar. Tidak usah komentar apalagi membela diri. Cukup Allah Ta’ala yang paham dengan hati kita. Orang lain tidak perlu diberitahu dan diberi keterangan begini dan begitu. Kata-kata manusia tidak memberikan pengaruh pada penambahan pahala dan pengurangan dosa.

Tetaplah tegar. Ketegaran itu hanya bisa didapatkan dengan ilmu. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita mendapatkan ilmu yang haq. Tekadkan mendapatkan yang terbaik untuk urusan akhirat.

Tanggapan Anda :