Keinginan cermin Keimanan

Keinginan cermin keimanan. Iman naik turun. Sering kali saat iman sedang dipuncak, keinginan selalu beribadah dan melakukan hal yang baik, sangat menggairahkan. Sebaliknya, ketika iman sedang dibawah, timbullah keinginan-keinginan yang mengandung kelalaian hati.

Misalnya, berkeinginan  menyentuh tangan petinggi negeri karena menganggap mereka sebagai mahluk yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Keinginan memeluk dan mencium orang yang dikagumi walau berbeda jenis kelamin. Tidak merasa berdosa menyaksikan aurat orang terkenal. Ingin  memiliki botol bekas minuman orang terkenal dan membayarnya dengan sangat tinggi. Mengubah diri seperti idola, dan sebagainya.

Menjaga Iman Tetap Tinggi

Semua manusia akan atau telah merasakan bagaimana saat iman berada pada puncaknya. Membaca Al Quran sebanyak 6 juz satu hari satu malam itu tidak terasa malahan begitu menenangkan. Coba ketika sangat sibuk dengan urusan dunia, melihat Al Quran pun tida. Jangankan untuk menyentuh dan membaca satu ayat. Selalu saja ada alasan untuk tidak membaca Al Quran.

Anehnya, membaca novel tebal luar biasa dengan jumlah halaman hingga 1000, dibaca terus hingga habis dalam waktu singkat. Kalaulah isi novel itu mengajak memperbaiki hati, tidak menjadi masalah. Tapi kalau ternyata novel itu berisi hal-hal yang mengajak hanya kepada urusan dunia, betapa banyaknya waktu yang terbuang sia-sia.

Sayangnya, memanfaatkan waktu membaca novel-novel yang berisi hal-hal yang kurang baik ini, malah dianggap kegiatan yang baik. Pandangan seperti ini tentunya sangat dipengaruhi oleh tingkat keimanan seseorang. Tingkat keimanan ini pun sangat bergantung pada ilmu yang dimiliki.

Meski terkadang orang yang mempunyai ilmu yang banyak belum tentu mempunyai iman yang tinggi, pengetahuan itu tetap penting. Orang yang berilmu itu akan ditinggikan di dunia dan di akhirat. Bahkan lidah orang yang mengejek orang-orang berilmu ini akan dipotong kalau mereka mengejek dan menghina orang yang berilmu seperti para ulama.

Untuk itu, agar keinginan tidak aneh-aneh dan sia-sia serta tidak ada nilai ibadahnya, tingkatkan iman. Dekati orang-orang yang berusaha menjaga keimanannya. Pilih bacaan yang akan membuat hati semakin teguh pada keislamannya. Tidak berusaha membaca bacaan yang bukan ditulis oleh orang dengan keimanan yang baik.

Waspada

Keinginan cermin keimanan. Selalu ingat ketika menginginkan sesuatu, pertimbangannya adalah apakah keinginan ini akan membawa ke surga atau tidak. Jika ternyata hanya merusak hati, gantilah keinginan itu dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih menenangkan hati.

Tanggapan Anda :