Site icon DAHAGA CINTA

Jamu Beralkohol Beredar Bebas

Jamu beralkohol beredar bebas. Ini berbahaya. Sangat mengkhawatirkan karena korban jamu oplosan ini sudah banyak. Tidak hanya korban jiwa tetapi juga korban yang terpaksa masuk rumah sakit setelah menegak minuman haram tersebut. Belum lagi bahaya meningkatkanya angka kriminalitas.

Setelah meminum jamu oplosan, peminumnya akan merasa segar dan sangat bertenaga. Disamping itu, mereka bisa merasakan halusinasi yang hebat. Hal ini akan mempengaruhi cara otak bekerja sehingga aktivitas melanggar hukum pun bisa dilakukan tanpa merasa bersalah.

Tahukah Peminum Jamu Oplosan Tentang Campuran Jamu yang Diminum?

Kandungan alkohol yang mencapai 75% bisa membakar organ dalam tubuh. Para penikmat jamu beralkohol pasti tahu kalau jamu yang ia minum mengandung alkohol. Bau chiu dan bau anggur tercium sangat tajam. Mungkin saja mereka sadar dengan alkohol yang terdapat dalam jamu. Tapi karena mereka merasakan tubuhnya enak setelah meminum jamu tersebut, mereka tidak menghentikan kegiatannya.

Efek Jamu Beralkohol

Ada juga pembeli yang berpikir bahwa yang ia minum adalah jamu karena memang campurannya bahan alami sepertii kencur, kunyit, dan jahe. Bau alkohol yang tercium ia abaikan saja. Ia akan kembali ke penjual jamu beralkohol lagi dan lagi. Ketagihan menjadi salah satu efek yang berbahaya. Para penikmat jamu ini sangat mudah menemukan penjual jamu oplosan.

Para penjual mulai menggelar dagangan dari pukul 4 sore hingga dini hari. Mereka tidak membuka warung. Cukup dengan menggunakan wadah sederhana dan meja kecil. Jamu oplosan sudah dibungkus plastik kecil-kecil siap seduh. Gelas yang digunakan hanya gelas minuman mineral. Begitu mudah dan begitu sederhana untuk merusak diri.

Harus Dihentikan

Para penikmat jamu beralkohol mungkin tidak bisa menghentikan dirinya karena otaknya akan memerintahkannya untuk minum lagi dan lagi. Yang bisa menghentikan aktivitas ini adalah pemerintah. Para penegak hukum tidak boleh mentorerir perdagangan jamu beralkohol.

Tidak boleh lagi ada jamu beralkohol beredar bebas. Penjualan jamu yang dilakukan di toko dan apotik nakal pun harus diberantas. Walau ada minuman tradisional yang mengandung alkohol, penggunaannya hanya dikalangan terbatas seperti yang berlangsung di Bali. Tuak Bali adalah bagian dari masyarakat Bali. Tapi tetap minuman beralkohol ini tidak boleh disalahgunakan.

Banyak bibit dosa yang tumbuh dari minuman beralkohol. Otak yang rusak membuat daya berpikir menurun. Tubuh kuat, akal pendek, tidak ada gunanya.

Exit mobile version
Skip to toolbar